Mukti
Apa kang
ateges tresna iku?
Iku ora
mung ana ing lambemu
Balik iku
ana sajroning dadamu
Kang
nuntun langkah lan ngobar semangat
Lautan,langit
kabeh ana ing dadamu
Kanggo
muktiake bangsa lan negerimu
Njunjung
martabat lan njaga warisan
Kanggo
anak lan turunan bangsamu
Iku kang
ateges tresna sejati
Wiwit urip
dugi ketekan pati
Sebuah
geguritan yang sangat menyentuh dan dalam maknanya jika ditelaah. Bisa menjadi
sindiran, sandaran bahkan motivasi bagi pembaca yang dapat mengungkap makna. Baik
makna yang tersurat maupun tersirat. Ini membuatku betah membacanya berkali kali. Seperti
isi buku yang telah aku baca “cinta sejati” karya dr. Shahba muhamad bunduq
(mencari arti kebahagiaan hakiki). Sebuah kata yang akan selalu populer sampai
akhir kehidupan.Yang biasa dimaknai oleh anak anak TK sampai manula, tapi,banyak
disalah gunakan oleh ABG.
Geguritan
ini aku temukan tergeletak tak bertuan. Karena merasa sayang lalu aku pungut dan
kusimpan. Entah sudah berapa tahun.Walau gak tau siapa yang membuatnya, aku
keluarkan juga di blogku. Ya siapa tahu ada yang ngaku he he. Yah sesuai dengan
realita yang terjadi di masyarakat saat ini yang mengatasnamakan cinta (Love or Desire?) Idealnya sebuah pancaran cinta sejati akan menyatu dalam gerak nafas
dan laku. Pelaksanaanya adalah seluruh anggota masyarakat, dengan menjalankan hak
dan kewajiban masing-masing. Sehingga semua akan membawa kita jauh dari siksa
dan murka Allah, menuju kenikmatan ridha serta cinta-Nya.
Menurut
buku tersebut, bagi para pecinta sejati maka cintanya tumpah
ruah pada orang orang yang ada di sekitarnya, cinta yang mampu meledakkan
potensi yang selama ini terpendam, yang menghasilkan peningkatan kemampuan
kepribadian, tempat jiwa dapat melambung tinggi di antara spiritualitas
manusia. Bukankah semesta ada karena cinta?
Cinta
sejati tidak akan padam karena rintangan, tidak akan mati karena perpisahan dan
tidak ada keputusan untuk melarikan diri darinya. Karena ada sisi lain yang
senantiasa hadir dalam jiwa (Dr Mushthafa mahmud).
Cinta
adalah obat kesombongan dan fitnah diri kita, dokter kelemahan kita dan ia pula
yang menyelamatkan kita dari egoisme kita.
Andai
di dunia ini tidak ada cinta, maka hidup akan serasa gersang, hampa dan tidak ada
dinamika. Cinta bisa membuat sesuatu yang berat menjadi ringan, yang sulit
menjadi sederhana, permusuhan menjadi perdamaian dan yang jauh menjadi
dekat. Itulah gambaran kekuatan cinta (jalaluddin ar-Rumi).
Cinta
adalah kekuatan aktif yang bersemayam dalam diri manusia dengan
sesamanya, kekuatan yang menyatukan manusia satu dengan yang lainya (Erich
Fromm).
Cinta
yang suci akan melembutkan hati, menajamkan indera, melahirkan jiwa yang mampu
berkorban. Mencerdaskan diri, serta mengangkat derajat jiwa (Ahmad rami).
Cinta
merupakan karunia yang paling besar. Dengannya kita bisa melepaskan diri dari
kesia-siaan, kekacauan dan korban perasaan. Kita jaga akal kita dari kehilangan
panduan dan kekacauan berpikir. Sesungguhnya kemajuan jiwa tidak akan tumbuh
kecuali dengan cara menjaga kehormatan dari unsur seksual. Sebagian besar dari
kita menghabiskan usia untuk cinta.Mereka pun mati tanpa berhasil menemukan
cinta sejati. Berusahalah untuk mengenal cinta. Anda tahu,,,pemahaman kita tentang
cinta ternyata hanya sedikit saja ................... (Dr,Leo Buscaglia).
Benar,benar dan benar, aiiihh jadi gak bisa lanjutin nich……..
(Dikutip dari "Cinta sejati" Dr.Shahba muhamad bunduq *Mencari Arti Kebahagiaan hakiki*
(Dikutip dari "Cinta sejati" Dr.Shahba muhamad bunduq *Mencari Arti Kebahagiaan hakiki*
Tidak ada komentar:
Posting Komentar